Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Apakah Anda Korban Bisnis Memiles?


Sejak ditetapkannya bisnis Memiles sebagai investasi bodong oleh pihak kepolisian,muncul beragam respon dari masyarakat.Terutama mereka yang terkait dengan bisnis investasi dengan modus jasa periklanan ini.Banyak dari mereka yang mengaku korban,namun tipe seperti apa yang pantas disebut sebagai korban?
Memang sampai saat tulisan ini kami posting,masih ada pro dan kontra terkait bisnis memiles ini.Ada beberapa oknum leader yang menginginkan aplikasi memiles diaktifkan kembali.Dengan dalih bisnis ini membantu perekonomian banyak masyarakat.
Baca Juga : Bagaimana Kelanjutan Memiles

Terlepas bagaimana pernyataan para leadernya yang mengatakan bisnis ini bukan investasi.Namun menurut kami,Ada poin penting yang tidak bisa dibantah,menunjukkan Memiles merupakan bisnis investasi.
Yaitu para membernya disuruh untuk melakukan Top Up kemudian dijanjikan akan mendapatkan keuntungan berupa reward.Ini adalah tipe bisnis investasi yang skema nya sudah sering digunakan oleh pendahulunya.Hanya saja kali ini bisnis Memiles ini menggunakan jasa iklan sebagai kedok.
Bagi anda yang mengikuti perkembangan bisnis online sebetulnya dahulu sudah ada sistem yang mirip dengan Memiles yaitu IndoBOClub.
Ada juga kasus investasi bodong bermodus saling membantu seperti MMM,D4F,dan sebagainya.
Semuanya pola nya sama,yaitu tidak adanya kegiatan usaha di dalamnya sehingga yang digunakan untuk membayar member lama adalah dari uang pendaftaran/top Up Member baru.
Bisnis semacam ini tinggal menunggu waktu saja kapan akan SCAM.Karena beban semakin berat sedangkan pertumbuhan member baru semakin menurun.
Baca Juga : Bisnis penipuan model baru
Itulah ciri-ciri investasi bodong yang menggunakan konsep baru untuk mengelabuhi masyarakat.

Apakah Anda Korban Memiles?


Sebenarnya untuk melihat apakah orang tersebut korban atau tidak lumayan sulit.Karena banyak juga orang yang dahulunya mengaku leader dan pamer bonus saat bisnis memiles masih aktif kini mendadak mengaku sebagai korban.
Mereka merasa dirugikan dengan nominal sekian.
Entah,itu benar atau hanya digunakan sebagai pengalihan isu agar terlepas dari tanggung jawab.Pasti mereka akan memiliki beban moral karena sudah mengajak orang untuk menaruh uang di memiles.Bayangkan saja jika ada orang yang top up hingga ratusan juta,sedangkan saat ini bisnisnya dinyatakan SCAM.
Di lain sisi sebagai leader,mereka akan mendapatkan keuntungan berupa bonus refferal.Tapi kami yakin pasti ada beban moral tersendiri ketika melihat kejadian seperti sekarang ini.
Orang semacam ini tidak bisa sepenuhnya disebut korban.Karena mereka sudah menikmati hasil dari mengajak orang untuk berbisnis investasi bodong.

Siapa yang pantas disebut Korban bisnis memiles ?


Menurut kami,orang yang pantas disebut korban adalah mereka yang awam (tidak tahu apa-apa) mengenai memiles.
Hanya dijanjikan mendapatkan keuntungan sekian setelah Top Up dengan nominal sekian.
Sedangkan mereka belum mendapaatkan keuntungan sama sekali.
Apakah ada orang seperti itu?
Ini dia pertanyaannya,kira-kira adakah orang yang tidak mengetahui resiko ketika terjun ke Memiles.
Karena kebanyakan sebelum memutuskan untuk bergabung akan dijelaskan dahulu seperti apa resiko yang harus diterima ketika terjadi hal tidak diinginkan.

Nah,jika anda merasa adalah orang awam,tidak dijelaskan resikonya oleh orang yang mengajak anda,maka anda bisa menuntut orang tersebut.Minimal dikembalikan uang anda,karena ini sudah termasuk penipuan.Tentu saja jika anda memiliki keberanian ...hehe
Karena tidak ada perjanjian tertulis dan tidak ada bukti,bisa saja mereka mengelak.

Jadi,agak sulit juga untuk mengharapkan uang anda kembali.

Kecuali reward yang sudah diterima oleh para leader diserahkan kembali.Tapi ini sulit juga,karena uang Top Up tentu sudah terbagi,tidak hanya berupa reward akan tetapi juga bonus refferal.
Jalan satu-satunya Follow Up orang yang mengajak anda di bisnis memiles.Tanyakan bagaimana solusinya?
Semoga mendapatkan jalan keluar...!!!

Pelajaran yang bisa dipetik adalah harap berhati-hati memilih bisnis online.Jangan mudah tergiur dengan tawaran tidak kerja mendapatkan uang,apalagi dengan jumlah besar.Karena itu bisa jadi adalah investasi bodong.

Carilah bisnis yang ada kegiatan usaha di dalamnya.Jangan lupa periksa mengenai perijinannya apakah sudah lengkap atau belum.Ingat,tujuan berbisnis adalah mendapatkan keuntungan,jangan malah mendapatkan kerugian.

Apakah anda sebagai korban bisnis memiles?

Posting Komentar untuk "Apakah Anda Korban Bisnis Memiles?"